Kontraktor Kubah Masjid di Sofifi Maluku Utara

Kontraktor Kubah Masjid di Sofifi Maluku Utara

Kontraktor Kubah Masjid di Sofifi Maluku Utara

Mengejar pendidikan adalah kewajiban bagi para generasi penerus bangsa yang amsih muda. Dan tentu saja banyak tempat untuk mencari ilmu tapi yang paling utama adalah sekolah. Setiap hari pasti banyak para pelajar muda yang berangkat ke sekolah untuk menimba ilmu demi mencapai cita cita yang dimiliki masing masing.
Jam dinding tunjukkan jam tiga sore. Beberapa siswa-siswi sekolah menengah atas negeri satu kota Sofifi saatnya pulang. Siswa-siswi ini tidak semua pulang dengan bus antar jemput yang disiapkan sekolah. Tetapi mereka ada yang pulang dengan jalan kaki karna rumahnya tidak demikian jauh. Ada pula yang di antar jemput oleh wali murid sendiri. Mereka di jemput wali muridnya sendiri karna mereka ada yg tidak memperoleh tempat waktu naik bus sekolah. Sesungguhnya bus dari sekolah ini mengantarkannya bukan sekedar 1x namun kembali berkali-kali mengantar siswa-siswi hingga rumahnya semasing. Seperti yang di kerjakan oleh Beta. Dia seseorang pelajar yang baru masuk kelas sepuluh mengakui minta diantar jemput ayahnya karna dia tidak berani naik sendiri serta naik bus sekolah. Bapak Beta seseorang kontraktor kubah masjid di Sofifi juga mengakui tidak tega bila sang anak naik bus sekolah atau kos di dekat sekolah.
Waktu pergi sekolah Beta senantiasa dengan sang bapak yang kebetulan jalan menuju kantor kontraktor kubah masjid ini searah dengan sekolahnya. Dia tidak sendirian saja walau demikian beberapa rekannya banyak juga yang diantar jemput oleh orang tuanya. Saat pulang sekolah Beta menanti terlebih dulu sang bapak pulang dari kantor. Sang bapak pulang dari kantor jam empat sore sedang Beta pulang sekolah jam tiga sore. Namun Beta menanti sang bapak tidak sendirian. Ada satu diantara rekan juga menanti sang bapak pulang kerja. Kebetulan rekan Beta juga ayahnya seseorang kontraktor kubah masjid di sofifi. Mereka berdua berjumpa dimuka gerbang sekolahnya. Mereka yg tidak satu kelas mesti sama-sama tahu keduanya untuk jalan keseberang menanti sang bapak semasing. Walau mereka baru sama-sama kenal mereka begitu akrab, seperti rekan yang telah bertahun-tahun kenalnya.
Satu saat sang rekan yang ayahnya kontraktor kubah masjid itu tidak masuk sekolah, Beta mencari kehadiran rekannya. Tetapi dalam batinnya dia berkata apa dia tidak masuk sekolah karna memanglah sehari inilah tidak berjumpa dengannya sekalipun. Kurang lebih dia menanti lebih kurang lima belas menit dimuka gerbang sekolahnya. Sampai siswa-siswi didalam sekolah telah keluar semuanya. Pak satpam yang waktu itu berjaga bertanya juga kemana rekan saya kok beliau sepanjang hari tidak berjumpa. Beta cuma menjawab tidak paham karna bukanlah rekan satu kelas. Mendadak pak satpam bertanya pada siswa yang lewat. Siswa ini di kenali pak satpam seringkali jalan bareng dengan rekannya Beta. Berdasarkan penjelasan rekannya itu hari itu memanglah tidak masuk sekolah karna sakit. Dengan muka yang agak cemberut, Beta cuma mengatakan terima kasih beritanya. Ketahui hal itu Beta diminta pak satpam menanti ayahnya didalam kantor satpam saja, kelak saat sang bapak datang juga akan di kasih tahu olehnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *