Kubah Galvalum Akbar di Teheran

Kubah Galvalum Akbar di Teheran

Kubah Galvalum Akbar di Teheran
Jadi respon pada website Pounak yang dibongkar, Abdul Hamid menulis dua surat terpisah – yang diperuntukkan pada Pemimpin Teratas Ayatollah Ali Khamenei serta yang lain pada Presiden Rouhani. Dalam suratnya yang diperuntukkan pada pemimpin teratas, Abdul Hamid mencatat kalau warga Sunni di Teheran tidak diizinkan untuk mempunyai Kubah Galvalum mereka sendiri serta berkomentar, ” Ketika begini, saat ekstremisme, ekskomunikasi, kekerasan serta perpecahan menyebar luas serta Dunia Islam memerlukan ketenangan serta toleransi, saudara lelaki serta wanita Sunni tidak menginginkan perlakuan seperti itu. ”
Surat Abdul Hamid tidak dijawab waktu itu. Dalam satu wawancara dengan BBC Persia pada 30 Oktober 2016, dia mengatakan ini serta berkata, ” Mereka tidak menjawab surat-suratnya karna tak ada jawaban yang memberikan keyakinan. Menurut konstitusi Iran, orang nikmati hak-hak spesifik, namun jadi ada fikiran sempit yang menghindar orang nikmati hak penuh mereka. ”
Pada 6 Agustus 2017, bagaimanapun, media Iran menerbitkan satu gambar surat paling akhir Abdul Hamid pada pemimpin teratas serta jawaban Khamenei. Dalam suratnya pada 2 Agustus, Abdul Hamid sudah mengutamakan ” perlunya kebebasan beragama yang semakin besar serta terlebih kebebasan untuk lakukan sholat sehari-hari serta shalat Jumat di kota-kota besar seperti Teheran ” untuk anggota komune Sunni.
Jawaban Khamenei, yang ditulis oleh kepala stafnya, Mohammad Mohammadi Golpayegani, pada 12 Agustus, berbunyi : ” Semuanya elemen Republik Islam dibutuhkan, sesuai sama ajaran agama serta konstitusi, tidak untuk mengizinkan ada diskriminasi serta ketidaksetaraan diantara Orang Iran lepas dari agama, etnis atau ras mereka. ”
Jalalizadeh mengharapkan kalau Republik Islam juga akan merubah kelakuannya pada golongan Sunni Iran, bukan sekedar saat mesti membuat Kubah Galvalum, tetapi di semuanya dimensi hak warga negara. Dia menyebutkan pada Al-Monitor, ” Kenapa warga negara mesti dirampas untuk membuat tempat beribadah di ibu kota negara itu? Bahkan juga di beberapa daerah yang didominasi Sunni di mana jumlah masyarakat Syiah kurang dari seratus keluarga, masih tetap ada Syiah Kubah Galvalum serta hosseiniyehs ruangan beribadah Syiah Mempunyai tempat beribadah, baik itu kuil, Kubah Galvalum atau gereja, yaitu hak tiap-tiap warga negara, serta bertentangan dengan hukum serta hak asasi manusia untuk ambil ini selekasnya. bisa memecahkan problem ini yaitu Ayatollah Khamenei. ” Dia memberikan, ” Tak ada yang mustahil, saya yakin kalau juga akan tiba waktunya Sunni bisa mempunyai Kubah Galvalum mereka sendiri di Teheran. “

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *