Perangi Islamofobia di Kubah Masjid Enamel

Perangi Islamofobia di Kubah Masjid Enamel

Perangi Islamofobia di Kubah Masjid Enamel

Rabbi menekan supaya tenang bersamaan gagasan untuk merubah landmark Golders Green jadi satu Kubah Masjid Enamel. Bekas Golders Green Hippodrome, yang sempat dikagumi oleh Marlene Dietrich, saat ini jadi konsentrasi klaim Islamofobia. Pemirsanya sempat suka tampak dengan Marlene Dietrich serta Laurence Olivier. Mereka bernyanyi dengan Vera Lynn, tertawa dengan Danny La Rue, serta bergoyang dengan Status Quo.

Perbincangan di Masji juga bicara dengan Anadolu Agency, Ozan Ahmetoglu, kepala Serikat Turki Xanthi (Iskece) (ITB), menyebutkan grup itu dibangun pada th. 1927 serta melakukan aktivitasnya dengan legal hingga th. 1983.

Namun th. itu di satu Kubah Masjid Enamel, negara Yunani memajukan pengadilan untuk tutup ITB serta dua asosiasi minoritas yang lain yang mempunyai kata ” Turki ” atas nama mereka.

” Ini yaitu cerminan penolakan Yunani pada jati diri etnik minoritas serta klaim mereka kalau tak ada minoritas Turki di Thrace Barat, ” Ahmetoglu mengutamakan.

Dia memberikan kalau pertarungan hukum yang panjang mengikutinya, serta obat-obatan terlarang di ITB pada th. 2005, saat Pengadilan Tinggi Sipil serta Pidana Yunani memerintahkan pembubarannya.

Pada th. yang sama masalah itu dibawa ke Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR), serta pada th. 2008 pengadilan mengambil keputusan untuk mendukungnya, kata Ahmetoglu.

Dia menyebutkan kalau ketentuan ECHR menyebutkan perintah pembubaran Yunani karna Kubah Masjid Enamel tidak mematuhi Konvensi Eropa mengenai Hak Asasi Manusia.

Sepanjang sembilan th. ke depan, Dewan Eropa selalu menekan Yunani untuk mengaplikasikan ketentuan ECHR, Ahmetoglu memberikan.

Ahmetoglu menyebutkan satu undang-undang untuk melakukan perbaikan kondisi ini serta masalah sama beberapa waktu terakhir dibawa ke parlemen, tetapi sesudah memperoleh keberatan dari partai berdiri sendiri independen Yunani (ANEL), partner kecil koalisi yang berkuasa, RUU itu ditarik kembali.

Minggu lantas, RUU itu dikenalkan kembali tetapi dengan perubahan yang malah juga akan menghambat pembukaan kembali atau pernyataan ITB, serta parlemen melepaskannya, tuturnya.

Ahmetoglu menyebutkan dalam debat tentang RUU itu, satu grup yang menamakan dianya ” Tim Pemolisian Tinggi ” sudah mendorong pelecehan serta serangan fisik pada dewan ITB, termasuk juga dia dengan pribadi.

Necat Ahmet, ketua Serikat Pemuda Turki Gümülcine (GTGB), juga memberi komentar nada parlemen Yunani, dengan menyebutkan kalau ” lagi bagaimana untuk kata Yunani ‘Turki’ yaitu kata yang menakutkan serta salah. ” ”

Ahmet memberikan kalau kelompoknya juga ditargetkan untuk mempunyai kata ” Turki ” atas namanya.

Lokasi Thrace Yunani dibagian utara yaitu tempat tinggal untuk sekitaran 145. 000 orang Turki Muslim.

Turki sudah lama mengeluh kalau minoritas Turki di lokasi ini sudah hadapi beragam bentuk penganiayaan.

Pada bln. Mei 2016, juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Tanju Bilgiç memohon Yunani untuk ” menghormati jati diri minoritas etnis Turki, ” juga menghimpit Athena untuk penuhi keinginan untuk buka sekolah minoritas serta mengaku mufti yang diambil oleh golongan minoritas. Dia juga menekan Yunani untuk mengaplikasikan ketentuan ECHR 2008.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *